Selasa, 04 September 2007

Apakah Kamu Bermain Game Yang Benar?

Kalau kamu membuka inbox Hitman System, kamu bisa melihat setumpuk email yang mengkritik apa yang saya, Kei, dan Jet lakukan dengan Hitman System.

Mungkin kritik adalah istilah yang terlalu lembut, karena sekalipun ada banyak yang mengutarakannya dengan sindiran, ada jauh lebih banyak pengirim email yang tidak bisa menjauhkan diri dari ucapan 'brengsek,' 'kurang ajar,' 'busuk,' dan 'bajingan.'

Sebagian besar pengirim hate-mail itu adalah cewek, tapi sesekali juga ada cowok sok idealis dan merasa diri pintar yang ikutan melemparkan kecaman pada Hitman System.

Lalu apa respon kami ketika membaca semua surat yang mengerikan itu?

Kami biasanya tersenyum.

Walaupun saya harus akui, most of the time kami lebih dari sekedar tersenyum.

Kami akan tertawa begitu kerasnya sampai terasa sakit perut.

Tapi bukan tertawa melecehkan.

Kami tertawa untuk mengalihkan rasa iba dan simpati yang kami rasakan karena para pengirim email itu sama sekali tidak mengerti apa yang mereka lakukan.

Ya, kami kadang menggunakan tawa sebagai defence mechanism agar kami tidak merasa lemah.

Hahahaha…

See we just did it again?

Saya sangat mengerti dimana tempat para pengirim email tersebut berdiri.

Mereka adalah para prajurit Sailormoon, pembela kesucian cinta.

Mereka sangat menjunjung tinggi nilai kemurnian, ketulusan, kekudusan, dan keagungan dari hubungan kasih sayang antara cowok-cewek.

Mereka membenci orang yang memakai taktik, tehnik, tips and trick, atau strategi dalam hal percintaan. Siapapun yang menggunakan hal-hal seperti itu untuk mendapatkan kekasih dianggap rendahan dan menyedihkan.

Tapi bukan saja pelaku, pribadi menjadi korban dari hal-hal demikian juga akan dianggap sama rendahan dan menyedihkannya.

Selama ini sudah terlalu banyak cerita tentang kerusakan yang disebabkan oleh manipulasi dalam berhubungan, jadi tidak heran para Prajurit Pembela Cinta itu langsung panas membara ketika melihat kehadiran saya, Kei, dan Jet dengan revolusi Hitman System.

But, really, people…

You get it all wrong here.

What you may want to hate is the Game.

Not the players.

Jika kamu termasuk Prajurit Pembela Cinta seperti yang saya ceritakan di atas, saya yakin sekarang kamu sudah merasakan sedikit sentilan jauh di dalam hatimu.

Hatimu lebih pandai meresponi kebenaran daripada otakmu yang selalu penuh dengan prejudis dan impuls menghakimi itu. Itu sebabnya kamu masih terus mau melanjutkan membaca hingga sejauh ini.

Apa yang kamu lakukan itu sudah bagus, dan kamu tahu apa yang jauh lebih bagus lagi dan membuatmu lebih rileks karena tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kata hatimu yang lembut itu?

Yaitu dengan meneruskan membaca artikel ini sedikit lagi.

Jadi mari kita lanjutkan.

Prinsip Game adalah titik krusial utama yang menyebabkan kami mengembangkan Hitman System.

Tapi sebelum sampai sana, saya ingin kita sama-sama berangkat dari tempat yang sama dulu.

Bukankah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa there is always a game in everything that we do in this world.

Yup.

Sebagian orang menyebutnya Sistem, sebagian lainnya Kebijakan, Adat, Norma, Undang-Undang, dsb tapi semuanya itu mengacu pada prinsip yang sama yakni jika kamu tidak mengikutinya, maka kamu akan kehilangan sesuatu atau ketinggalan dibandingkan orang lain.

Dalam Hitman System, saya dan rekan-rekan instruktur lebih suka menyebutnya sebagai Game agar tidak terkesan menakutkan.

Sebagaimana dalam kantor dan kehidupan keluarga, petualangan cinta juga memiliki game-nya tersendiri.

Jika tidak ada game, mengapa perlu ada puluhan buku baru keluar setiap bulannya yang membicarakan tentang hubungan cinta?

Jika tidak ada game, mengapa kolom konsultasi romance selalu menjadi kolom wajib dalam setiap majalah yang populer?

Jika tidak ada game, mengapa kamu tidak bisa berhasil mendapatkan cewek-cewek yang kamu inginkan dengan cara menjadi dirimu yang apa adanya?

Jadi sampai di sini, saya pikir kita sudah sama-sama sepakat bahwa ADA GAME dalam dunia romance.

Nah, langkah berikutnya adalah untuk mengetahui bahwa Game Romance tidak bekerja seperti yang kamu duga, bahkan jauh dari anggapan umum yang selama ini beredar.

Kesuksesan kehidupan cinta tidak tergantung pada seberapa ganteng dan kaya dirimu. Kamu bisa saja menjadi cowok yang berbodi atletis, fashion trendy, dan tajir setengah mati, tapi tetap aja kepayahan untuk bisa mendapatkan hubungan dengan cewek yang kamu inginkan. Kamu tidak akan percaya berapa banyak teman saya yang seperti itu.

Faktor fisik dan kemapanan tentu mengambil andil yang bisa mendukung petualanganmu, tapi itu bukan kunci utama yang harus kamu miliki.

Saya punya seorang rekan di kampus yang sama sekali tidak tajir, wajahnya agak lucu bahkan cenderung weird, dan payah dalam soal fashion, tapi dia memiliki jauh lebih banyak petualangan dengan cewek dan selalu bergonta-ganti dibandingkan dengan vokalis band berinisial Y&N yang tenar sebagai artis itu (dan kebetulan temannya juga).

Mengapa bisa begitu?

Karena Game romance memang tidak bertumpu pada faktor fisik dan uang, sobat!

Cewek terbiasa untuk berpikir kedua hal tersebut sebagai hal yang dangkal dan menjadi option preferensi paling akhir. Yang mereka cari sebenarnya jauh lebih dalam dalam keduanya.

Yaitu sinar kepemimpinan, petualangan, dan juga misteri.

Untuk cowok-cowok yang sudah memiliki kemapanan dan faktor fisik mendukung, tidak sulit bagi mereka untuk memancarkan ketiga sinar tersebut.

Jika kamu tajir dan ganteng, nyaris otomatis kamu akan berlagak dominan, mudah bergaul, dan juga punya serentetan hobi eksklusif yang sangat menarik.

Nah, frame value demikianlah yang saya, Kei, dan Jet ajarkan dalam Hitman System. Kami memberikan setumpuk paradigma dan set perilaku yang akan membantu kamu untuk meningkatkan frame kepemimpinan, petualangan dan misteri kamu, tanpa peduli kamu secara fisik kurang menarik dan tidak kaya.

Saya percaya setiap cowok berhak memiliki kesempatan untuk mencoba mendapatkan cewek yang dia inginkan. Soal berhasil atau tidak adalah hal belakangan yang tidak terlalu penting.

Bahkan saya temukan jika kamu tidak terlalu berfokus pada keberhasilan, melainkan pada eksperimen dan bersenang-senang, justru kamu akan lebih cepat menemukan titik kepuasan yang diinginkan.

Orangtua kita sering menanamkan agar selalu mencari pacar yang berasal dari kelas finansial yang sama. "Jangan banyak maunya deh kalo cari cewek, cari aja yang sepadan dan emang mirip ama kita."

Itu sebabnya kamu sering merasa desperate bila melihat cewek-cewek cakep di luar sana. Bukannya karena kamu memang tidak bisa mendapatkannya, tapi karena kamu sudah dibayang-bayangi oleh batasan diri dari orangtua tersebut.

Sekali lagi saya ulang, Game yang ada dalam pasar romansa tidak berpaku pada status finansial ataupun kondisi biologis yang kamu miliki.

Cewek tidak dangkal seperti kita yang sering terpaku pada faktor fisik dan penampilan. Mereka adalah makhluk dengan kepekaan tinggi yang lebih menghargai atraksi-atraksi yang mampu menggugah sisi emosionalnya.

Misalnya ketika kamu mampu membuatnya terkejut karena kamu menegur mereka dengan cara yang sama sekali tidak pernah dilakukan oleh cowok lain.

Atau ketika kamu cuek, bahkan meledek dia, ketika cowok di sekeliling sibuk menjilat demi mendapat perhatiannya.

Atau ketika kamu mendadak jadi orang yang sibuk dan tidak memiliki banyak waktu telpon-telponan dengannya karena sibuk dengan kegiatan dengan teman cowokmu.

Atau ketika kamu mendadak menyuruhnya (bukan mengajak) main bowling, billiard atau games lain yang kamu tahu dia belum pernah lakukan.

Hal-hal di atas cuma secuil pola perilaku yang akan membuat performa Game Romance-mu jauh sangat meningkat, dibandingkan kamu berusaha menjilat atau menyakinkan bahwa kamu adalah calon pasangan yang paling bermutu dibanding cowok lainnya.

Jadi apa saja yang sudah kamu pelajari hari ini?

Pertama, bahwa tidak peduli berapa juta orang menyangkalinya, petualangan romance tidak lebih dari sebuah set game yang besar. Romance bukan sesuatu yang terjadi begitu saja, apalagi tidak diduga-duga seperti yang digambarkan dalam film-film Hollywood.

Kedua, game romance tersebut bekerja dengan teknik dan paradigma yang sama sekali bertentangan dengan common sense kamu. Selama ratusan tahun kita dimanjakan oleh stereotip percintaan yang absurd, jauh dari kenyataan.

Saya menghabiskan waktu bertahun-tahun membaca berbagai referensi tentang perkembangan kebudayaan manusia, mulai dari pendekatan biologis, sosial hingga psikologis.

Saya menemukan bahwa kita semua di dunia ini tidak lebih dari aktor dan aktris yang harus bermain semaksimal mungkin dalam berbagai skenario besar.

Hitman System adalah solusi untuk skenario game percintaan yang kamu butuhkan karena semua materi lainnya di luar sana tidak pernah membawamu ke titik yang lebih baik.

Seorang pemikir terkemuka dalam bidang hubungan cowok-cewek pernah berkata, "Ketika Tuhan menciptakan pria dan wanita, Dia lupa memberikan manual tentang bagaimana memulai hubungan romance antar keduanya."

Mungkin kamu bisa menganggap Hitman System sebagai manual yang hilang tersebut.

Saat menulis ini, kami masih belum memutuskan kapan akan membuka dengan lengkap semua testimonial yang dialami oleh para peserta HSEW dan HSMS. Alasan saya terus menyimpannya adalah karena saya tidak ingin kamu merasa diyakinkan untuk mengubah paradigma hanya karena kamu mendengar berita kesaksian orang lain.

Saya tidak ingin kamu dipengaruhi sebelum kamu mencobanya sendiri. Lagipula, jika kamu termasuk orang yang selama ini mencacimaki Hitman System, tidak ada gunanya saya menunjukkan puluhan cerita kesuksesan yang kami terima dari pengikut setia milis dan alumnus pelatihan tiap bulannya.

Saran saya adalah, jika kamu curiga dan skeptis, itu adalah keputusanmu sendiri untuk menghabiskan waktu menjadi orang yang negatif dan berlelah-lelah membela idealisme yang hanya akan memberikanmu kepuasan mental belaka.

Itu sama seperti cowok jomblo yang berkata, "Gue jomblo bukan karena ngga bisa dapetin cewek, tapi emang gue jomblo by choice yang lebih fokus ama menikmati hidup dan nanti cewek juga bakalan datang dengan sendirinya. Gue ga putus asa sampe perlu pake tehnik atau permainan apa-apa, blablabla…"

Yeah, right, yakety-yak whatever…

And that term, 'jomblo by choice', so ridiculous. Basically itu adalah reasoning yang biasa dikeluarkan oleh anak kecil yang takut untuk mengambil resiko dan benar-benar melakukan sesuatu untuk memperbaiki keadaannya yang serba malang.

Anyways, kamu tidak perlu mengikuti HSEW atau pelatihan lainnya untuk benar-benar mengalami sendiri bahwa ada Game Yang Unik dalam petualangan romance ini. Kei sudah menuliskan tutorial yang memuaskan untuk mencicipi secungkil realita Hitman System.

Dari semua email hit report para pembaca milis yang sudah mencoba melakukan tutorial Kei, 99% berisi ekspresi kagum dan terkejut dengan keampuhan strategi kecil yang kami bagikan dengan cuma-cuma tersebut.

Seingat saya sampai detik ini hanya tercatat dua orang saja yang gagal mendapatkan hasil yang diinginkan, tapi itupun mereka tidak merasa kecewa ataupun sakit hati karena benar-benar merasa sudah melakukan terobosan yang terlalu ajaib dan mereka berjanji untuk melakukan hit berikutnya dalam waktu dekat.

Once again, guys, you are free to hate the game, but it's no use to hate the players. No need to hate Hitman System cos we don't create the game; we just exposed and made it teachable. Even the players sometimes hate the game, but they still need to learn it because they are trying to do their best to improve their life and reach their dream.

Apakah kamu termasuk pribadi yang suka berfokus pada kebencian, atau pribadi yang suka belajar dan meningkatkan kualitas hidupnya sebaik mungkin?

Apapun pilihanmu, kami akan tersenyum dan berharap kamu akan menemukan kepuasan di sana.

May the force be with you.

Bahaya Menunda

Hi guys,

Awalnya saya ingin menulis sebuah artikel lanjutan tentang J2, tetapi entah mengapa dada saya bergemuruh ingin menceritakan kejadian yang saya alami beberapa minggu lalu, jadi kita tunda artikelnya untuk saat yang lain.

Sudah duduk tenang?

Ini adalah kejadian ketika saya, Lex, Piper, Kei dan seorang partnernya pergi clubbing.

Setelah beberapa lama tidak mendengarkan musik trance yang memacu menghanyutkan, malam itu saya ingin menumpahkan semua adrenalin saya di sana.

Namun sesampainya disana, ternyata suasana masih sepi dan belum panas. Kami harus menunggu sekitar satu jam, yaitu kira-kira pukul 12 lewat 30 menit, untuk melihat gerakan dari pengunjung di sana.

Malam itu saya sengaja tidak membawa partner karena memang sedang ingin menikmati malam yang panjang.

Saat semua sedang berjoget, saya melihat ke sekeliling ruangan. Tempat clubbing adalah ajang sosial yang sangat tinggi. Di berbagai sisi terlihat cewek-cewek bergerombol dan menari bersama, sementara di sisi lain ada segerombolan cowok yang juga menari bersama.

Saat saya sedang asyik berdansa menikmati suasana, beberapa kali saya ditabrak secara SENGAJA oleh beberapa cewek. Mereka sesekali melempar lirikan dan tatapan tajam.

Hey, kalau saja saya cowok lossy sudah dapat dipastikan saya akan langsung mengalihkan pandangan ke tempat lain, atau bahkan pura-pura melihat.

Tapi tentu saja saya tidak akan melewatkan kesempatan dengan bodoh seperti itu.

Saya membalas dengan memandang mata mereka dan menunggu respon. Namun tidak seperti kebiasaan, malam itu saya tidak menghampiri mereka dan membuka percakapan. Saya sedang ingin mencoba beberapa teknik baru untuk lingkungan clubbing dan lounge.

Saya akui beberapa memang berhasil, beberapa lainnya masih belum mengenai sasaran.

Kei dan Piper beberapa kali memberi tanda pada saya kalau ada cewek-cewek yang memberikan respon terbuka untuk diajak berbicara or berkenalan. Tapi pasti karena minuman malam itu, saya masih terus asyik terbakar dalam irama trance, jadi tidak ingin untuk lepas dan kembali sadar bermain game.

Malam itu begitu ramai, jadi sekalipun saya tidak sedang ingin melakukan hit, tapi di mana-mana ada banyak target yang matang dan siap didekati.

Setelah berputar berpindah tempat beberapa kali, saya tiba di belakang dua orang cewek, sebut saja si cewek X dan Y yang sedang menari berdua dengan semangat.

X yang tampak lebih muda menari tanpa henti, menarik tangan temannya, namun Y sepertinya enggan dan hanya bergerak seadanya saja.

Ketika cewek X mulai melempar rambut ke kanan dan ke kiri, saya melihat seorang cowok dengan body language yang aneh berdiri di samping saya, seolah menunggu waktu untuk memulai perkenalan dengan cewek X.

Saya menunggu lama sekali, ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh cowok tersebut, tapi lebih dari lima menit dia tidak melakukan apa-apa.

Akhirnya karena gregetan, saya membuka grup tersebut.

Jet:"Hey, goyangin lagi donk rambut lo!"
X: *tersenyum dan melakukan, ce B terbengong-bengong*
Jet: *mendekat dan berseru di telinga X* Cool!! Lo berdua
aja?
X: "Ngga, berenam."
Jet : "Oh, nama lo siapa!"

Mereka memberikan nama, tapi saya tidak bisa mendengar apa-apa di tengah bising musik.

Tidak masalah juga karena saya tidak berniat untuk mengenal mereka lebih jauh. Saat itu saya ingin mengetes seberapa jauh mereka dapat meladeni J2 yang akan saya lempar.

Jet: "Gw kira elo berdua lesbian!"
X: *melotot dan tertawa, memberitahu Y, lalu mereka
berdua tertawa*

Jet: *ke cewek Y* Elo baru kali ini kesini?
Y: "Gak kok, udah beberapa kali.."
Jet: "Aneh kok gak enjoy? C'mon!!"

Saya melirik ke sisi kanan, cowok tadi masih dalam posisi canggung yang sama dan terlihat semakin aneh. Kedua cewek X dan Y itu sepertinya juga menyadari hal itu dan mereka bergerak mendekat ke arah saya.

Karena tidak ingin terburu-buru, saya berputar arah dari mereka dan berbicara dengan Kei. Sayang ketika saya balik lagi mereka sudah hilang.

Cowok cangguh di sebelah saya masih ada di sana, tapi kini menatap saya dengan pandangan yang aneh. Seperti bercampur rasa kesal, BT, dan juga penasaran ingin tahu.

Kei langsung memberitahu ketika tadi saya meninggalkan grup itu, cowok tersebut mengajak kedua cewek itu kenalan. Ajakan tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh mereka dan pergi ke tempat lain.

Nah, mari kita bongkar apa saja yang terjadi.

Kalau selama ini kamu sudah pernah mengikuti workshop Hitman System, kamu mungkin heran mengapa beberapa kalimat saya terkesan lossy, seperti menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang standar.

Jawabannya, ya memang demikian.

Tapi di tempat seperti lounge dan clubbing spot yang ramai, kamu tidak mungkin membuka dengan pertanyaan yang panjang dan percakapan yang menarik. Untuk sekedar berbicara saja sulit karena harus bersaing dengan suara musik yang begitu kencang.

Kebanyakan cewek pergi dugem memang untuk bersenang-senang, tidak seperti di kafe atau mall dimana cewek-cewek mungkin hanya ingin bersantai saja atau berbelanja.

Di tempat dugem, cewek-cewek selalu siap menantikan cowok yang ingin mengajak kenalan.

So sedikit rahasia, di tempat clubbing, sangat mudah untuk mendapatkan nomor telepon cewek. Tetapi tentu saja kamu harus mengerti caranya, atau kamu akan berakhir sama seperti cowok tadi ditolak mentah-mentah.

Anyways, apa yang ingin saya bahas adalah mengapa saya bisa membuka pembicaraan dan mendapat respon yang baik, sementara cowok tersebut tidak bisa?

Setidaknya ada dua kesalahan fatal.

Pertama, dia menunggu terlalu lama.

Saat saya telah membuka pembicaraan dengan cewek tersebut, cowok tersebut sangat terkejut sehingga bahasa tubuhnya menjadi aneh.

Dia semakin grogi dan terkejut lagi mendengar saya melemparkan J2 yang tidak lazim, bahkan mungkin dianggapnya terlalu kurang ajar.

Sebenarnya saat itu dia bisa saja masuk memulai pembicaraan, tetapi karena ia telah terpengaruh ilusinya sendiri, ia memilih diam dan menunggu saya mundur.

Karena menunda-nunda, akhirnya dia kehilangan momentum yang tepat.

Kesalahan kedua adalah karena sepertinya dia kebingungan bagaimana cara membuka percakapan yang baik.

Sampai saat ini di inbox Hitman System, tercatat lebih dari 80 orang bertanya, "Kudu ngomong apaan sih kalo pertama kali sama cewek asing?"

Dalam setiap workshop, pada segmen intro saya, Kei, dan Lex selalu menyampaikan, "It's not about the line, it's how you said it!"

Perhatikan cerita di atas. Ketika saya bisa memperlihatkan karakter Glossy yang tidak ngarep pada cewek manapun, membuka percakapan dengan kalimat kenalan yang standard pun tidak terlalu masalah.

Kedua cewek itu bisa mencium bahasa tubuh saya yang santai dan tenang. Sementara Kei melihat cowok ngarep di sebelah saya yang membuka percakapan dengan tampang yang tegang dan clueless.

Oleh karena itu, bila kamu ingin berkenalan dengan cewek asing di tempat clubbing, langsung hampiri dia dengan percaya diri dan keluarkan apapun yang tersedia di dalam pikiranmu.

Lupakan semua ilusimu.

Jangan pikirkan apa yang harus kamu katakan.

Berdiri, berjalan dan buka mulutmu, "Hey!"

Selanjutnya bagaimana?

Selanjutnya…

… ah, sudahlah, jangan pikirkan terlalu jauh dulu.

Lakukan saja hal yang sederhana di atas.

Jika setelah itu kamu mendapatkan reaksi yang bagus, segera putar otak untuk mengembangkan obrolan yang tidak menunjukkan dirimu ngarep.

Saya tidak meyarankan cara hit di atas kamu gunakan di tempat umum seperti kafe, kampus dan lainnya karena efeknya akan sangat berbeda.

Di setiap workshop, saya, Lex dan Kei mengupas habis segala hal yang berhubungan dengan cara hit dan strategi membuat cewek tertarik padamu.

Jadi kalau kamu pernah mengalami nasib yang sama dengan cowok tadi dan tidak ingin terulang kembali, saatnya kamu mengikuti HSEW yang akan memberikanmu solusi terbaik dalam nyaris segala situasi yang ada.

Jadi, apakah saya akan melihatmu di workshop bulan ini?

Cowok dan Lubang Buaya

Kalau kamu selama ini sering mengikuti artikel yang ada di hitmansystem.com , kamu pasti pernah membaca Cewek dan Pasir Hisap.

Nah sekarang saya akan menceritakan tentang Cowok dan Lubang Buaya.

Pertama-tama, apa itu lubang buaya?

Lubang buaya adalah julukan untuk sumur dimana para Jenderal Angkatan Darat dibuang oleh kelompok PKI (atau setidaknya begitu menurut sejarah).

Kalau lubang buaya dalam sejarah adalah sumur dengan dasar, maka dalam Hitman System, lubang buaya adalah lubang tidak berdasar.

Saat kamu terjatuh ke dalamnya, kamu akan terus melayang tanpa pernah berhenti.

Lubang desperate, lubang lonely, lubang sakit hati, ya itu nama lain dari Lubang Buaya yang saya maksud.

Saya masih ingat bertahun-tahun lalu saat sedang mengejar seorang cewek, saya bertanya ke teman-teman apa yang harus dilakukan untuk menarik perhatiannya.

Dan seperti yang pernah kamu alami juga, rata-rata mereka akan mengatakan hal yang sama: "Udah tunjukkin elo suka ama dia lom?" atau "Ajak nonton, bayarin!"

Waktu itu saya tidak tahu apa-apa.

Tentu saja semua usulan itu terasa sangat benar. Saya melakukannya dengan setia dan persis anjuran mereka. Singkat cerita, saya berakhir tergelincir, jatuh, dan patah hati.

Setelah pelan-pelan merangkak naik, saya kembali bertemu cewek yang menarik.

Saya kembali bertanya ke teman-teman dengan saran mereka yang tidak berubah. Mentalitas saya yang masih lossy membuat saya melupakan pengalaman sebelumnya dan mengambil jalan yang sam.

Saya terjatuh kembali. Saya tidak belajar dari pengalaman. Saya kembali menempuh jalan yang sama yang menyebabkan saya dulu terjatuh.

Kamu pasti pernah mendengar anekdot "Keledai aja gak akan jatuh di lubang yang sama."

Jika seekor keledai terjungkir pada sebuah jalan, dia memiliki cukup intelijensi untuk mengenali bentuk lubang yang membuatnya terjauh dan berusaha menghindarinya lain kali. Seekor keledai menggunakan kemampuan otaknya (yang serba terbatas) untuk tidak terjatuh lagi.

Sebagai cowok, kita katanya dianugerahi kekuatan logika yang mengatasi intuisi hati. Tetapi pada kenyataannya dalam urusan romance, seringkali logika itu lalu dikalahkan oleh emosi-emosi lainnya.

Kamu tidak menyadari ketika kamu berusaha merangkak naik setelah sebelumnya terjatuh dari cewek A yang menolak kamu, tiba-tiba datang cewek B yang menawan hatimu sehingga kamu mengulang jalan berlubang yang sama dan kamu kembali tergelincir ke dalamnya.

Anehnya, kamu akan sibuk menyalahkan lubang sialan itu atau menyalahkan cewek tersebut.

Kamu jarang sekali menyadari bahwa mungkin jalan yang kamu lalui itu yang menyebabkan kamu terjatuh.

Saat seorang cowok sedang mengejar cewek, ia akan terbiasa untuk menggunakan jalan yang sama, jalan yang diajarkan oleh paragdima, oleh lingkungan, oleh TV, film, atau novel. Jalan yang kamu pikir akan mengantarkan kamu ke hati cewek tersebut.

But sayangnya..

... yang ada di ujung jalan tersebut adalah lubang yang tidak berkesudahan.

Jadi apa yang harus saya lakukan untuk menghindari lubang tersebut?

Pertama, sadarkan dirimu dari paradigma yang salah. Buang saran-saran dari teman mu yang dulu terbukti hanya membuat dirimu terjatuh.

Kedua, mungkin bukan salahmu kalau kamu hanya mengetahui hanya satu jalan untuk mendapatkan cewek. Semua orang di sekelilingmu terbiasa mengejar cewek, jadi kamu otomatis melakukan hal yang sama. Saya tidak bisa memberikanmu puluhan jalan lainnya berikut detil cara kerja karena itu hanya tersedia di HSEW, namun yang bisa saya bagikan adalah satu prinsip utamanya: JANGAN PERNAH MENGEJAR CEWEK DENGAN NGAREP!

Langkah ketiga adalah, tampar dirimu ketika kamu sadar kamu tengah berjalan menurun menuju lubang tersebut, dan segeralah berbalik arah! Karena begitu kamu mencicipi jalan tersebut, kamu akan terus mencoba jalan tersebut berharap ujungnya bukanlah lubang. Dan begitu kamu terjatuh, kamu akan terus terjatuh sampai kamu mau berusaha menarik dirimu dan mencari jalan yang lain.

So guys, do us a favor.

Kalau keledai saja bisa sadar saat mengambil jalan yang salah, kamu juga bisa kan? Atau kamu lebih dungu dari keledai dan masih tetap di jalan yang berakhir lubang buaya itu?

Hentikan Menyogok Cewek ( bag II )

Selama belasan atau puluhan tahun, tergantung umurmu sekarang ini, kamu sudah terbiasa ngebayarin cewek ketika sedang nonton atau sekedar jalan, atau suka membelikan mereka hadiah-hadiah yang kamu tahu mereka inginkan.

Kamu pasti sering melihat bagaimana hal tersebut dilakukan dalam film atau cerita, bagaimana sang cewek tersentuh dengan kebaikan sang cowok dan berpacaran dengannya.

Minggu lalu, karena kebetulan sedang membeli minuman yang sama, saya tidak sengaja menguping tiga orang cowok yang berebutan ngebayarin minuman Quickly yang dibeli oleh seorang cewek di grup mereka.

Bukan cuma kita cowok yang sudah terhipnotis untuk otomatis mengeluarkan kocek ngebayarin cewek, tapi pola itu juga sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan cewek di mana-mana.

Bulan lalu, beberapa langkah sebelum sampai di ticket box di 21 Plaza Semanggi, cewek yang saya hit di minggu sebelumnya berkata dengan ringan, “Elo bayarin gue, OK?”

Jika si cowok tidak pernah memulai janji traktir, then si cewek tidak akan malu-malu menagihnya, tentu dengan bibir yang tersenyum manis.

Mundur beberapa tahun, ketika kuliah dulu, saya memiliki sahabat dekat yang terlihat sangat gaul sekali. Dia rasanya mengenal dan dikenal semua cewek, bukan hanya di fakultas kami saja, tapi juga fakultas lainnya yang letaknya bersebelahan.

Saat itu, sekalipun diam saja dan menyimpan dalam hati, saya merasa penasaran bercampur sedikit kagum dengan kemampuannya untuk menarik cewek-cewek di sekitarnya.

”Apa yang dinilai oleh cewek-cewek dari dia, yang tidak bisa didapatkan dari gue, sehingga dia bisa akrab dengan banyak cewek?” pikir saya setiap kali melihatnya bercengkerama dengan cewek-cewek di kampus.

Tidak perlu observasi yang lama untuk bisa menangkap modus operandinya: cowok supplier (penyedia). Teman saya sangat aktif berkenalan dengan cewek baru yang menarik perhatiannya, lalu suatu saat dalam interaksi tersebut dia akan memulai inisiasi untuk ngebayarin atau membelikan sesuatu pada sang cewek.

Tidak heran cewek senang berinteraksi dengannya. Tidak heran dia sering dikelilingi oleh satu dua cewek setiap saatnya. Tidak heran dia selalu disapa oleh cewek-cewek kemanapun dia pergi.

Jadi berdasarkan kasus teman saya dan kejadian lainnya di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa jika ingin melakukan pendekatan pada cewek target yang kita inginkan, atau ingin memperbesar kesempatan bertemu dan menggaet segelintir cewek alternatif lainnya, maka kita harus melakukannya dengan strategi traktiran dan hadiah.

Setiap film, lagu, teman cowok dan cewekmu bukan saja memberikan saran yang serupa, bahkan juga memberikan contoh-contoh keberhasilannya

Jika semua orang yang kamu kenal memberikan konfirmasi, jika hal tersebut sudah menjadi kebiasaan umum yang sudah setua usia peradaban manusia, maka itu pasti modus operandi yang benar, bukan?

Salah!

Hari ini kamu belajar akan belajar tentang sebuah racun mematikan yang menjangkiti hampir semua cowok-cowok jomblo di dunia.

Dalam e-book 13 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Cowok, saya mengomentari racun ini adalah cara jitu cepat untuk menyampaikan pada cewek target bahwa kamu tidak memiliki kepribadian yang berkualitas.

Mengapa demikian?

Karena ketika kamu mentraktir, kamu sebenarnya membayar cewek itu untuk kesempatan dan waktu berinteraksi dengannya. Kamu terus ngebayarin dan menambahkan intensitas, berharap dengan banyaknya kesempatan interaksi tersebut, dia akan mengenalmu cukup intim, cukup tersentuh hingga akhirnya ingin menjalani hubungan yang serius dan berkualitas denganmu.

Tapi coba jawab ini: jika kamu memang berkualitas dan menyenangkan, apakah kamu perlu sampai membayar orang demi bersenang-senang dan menghabiskan waktu denganmu?

Mentraktir sama sekali tidak ada hubungannya dengan kamu bersikap asyik apalagi gentleman. Justru yang terjadi adalah kamu terlihat murahan dan putus asa. Ditambah lagi, jika seseorang terbiasa mentraktir cewek, dia tidak akan melakukannya pada satu cewek target, tapi ke semua cewek yang berada dalam daftar ngarep dan PDKT-nya. Itu yang terjadi dengan sahabat saya di kampus tersebut. Saya yakin kamu pasti juga pernah, jika bukan masih, bermain dengan strategi yang sama.

Saya menyebutnya memberikan kompensasi, Jet menyebutnya dengan menyogok. Apapun sebutannya, hal tersebut tidak akan pernah memberikan hasil seperti yang kamu pikirkan.

Jika kamu beruntung dan persaingan tidak terlalu ketat, kamu mungkin akan bisa dikelilingi dengan cewek-cewek yang menarik. Tapi dari pengalamanmu, coba ingat baik-baik sampai detik berapa banyak cewek target yang sudah berhasil kamu gol-kan hingga memasuki romance?

Saya berani bertaruh hasilnya NOL KOMA NOL BESAR.

Kalaupun ada, nasib hubungan kalian tidak berumur lama.

Besar pasak daripada tiang, demikian kata pepatah.

Coba tanya kenapa.

Jauh di dalam dirimu sebenarnya tahu alasannya, tapi kamu tidak menyadarinya jarang sekali mengakses sisi analisa kritis tersebut. Jadi gunakan waktu ini untuk ‘memaksa’ dirimu sedikit lebih kritis dari biasanya. Lakukan hal ini demi masa depanmu sendiri.

Ketika rajin ngebayarin teman cewek yang sedang kamu targetkan, kamu sibuk memenuhi kebutuhan eksternalnya, yaitu materi fisik yang diinginkan oleh manusia pada umumnya, mis. makan-minum, punya barang baru, fasilitas, bersenang-senang, dsb.

Penyakit dari manusia adalah ketika sudah mencapai posisi yang enak dan nyaman, dia akan berusaha mempertahankan hal tersebut sehingga menahan segala keinginan lain yang mungkin bisa merusak kenyamanan tersebut.

Seorang cewek yang sudah mendapatkan segala sesuatu yang dia butuhkan ketika berada pada posisi teman-saja denganmu tentu tidak akan berniat untuk meningkatkan hubungan karena mengandung setidaknya dua resiko yang berbahaya:

a. “Jadi temen aja udah enak banget dibayarin kemana-mana, kalo kita jadian and trus entah gimana putus, ilang deh semua fasilitas bginian.”

b. “Kalo dia gue jadiin pacar, pasti teman cowok-cowok suppliers lain yang suka ngebayarin gue bakalan berkurang dong. Gile aje, ngga mungkin dong...”

Catat bahwa kedua hal ini tersebut muncul secara otomatis di alam bawah sadar cewek, terutama mereka yang tergolong cewek inflasi sudah biasa dikelilingi oleh cowok-cowok supplier dan ngarep.

Jadi sekarang kamu tahu mengapa sejumlah cewek ngarepanmu selalu menerima saja ketika kamu mengajaknya nonton, makan, ice-skating, atau melakukan aktifitas lainnya dengan biaya yang keluar dari dompetmu.

Sama sekali bukan karena mereka tertarik dan sedang ingin mengenalmu, atau memberikanmu kesempatan untuk mendekatinya.

Tidak, sobat.

Mereka bersedia menghabiskan waktu denganmu hanya karena kamu sudah membayarnya untuk melakukan demikian. Jangan coba tanya apakah hal itu benar kepada cewek karena tentu mereka akan menyangkalnya!

“Jalan-jalan, makan-minum, nonton, dan belanja aja udah seru, apalagi kalo ada yang ngebayarin. Kepuasan dobel! Gue cuman perlu nemenin dan jadi temen curhatnya, sambil dengerin jokes nya yang basi dan sedikit pura-pura ketawa. Sejauh logika gue sih ini negosiasi yang bagus.”

Kamu memang berhasil mendekatinya, bro, tapi lihat sekelilingmu ada berapa ratus cowok lainnya yang mencapai level yang sama dengan melakukan taktik serupa. Jadi jangan harap apa yang sudah kamu lakukan itu bisa dianggap spesial atau membuatnya tergoda untuk memilihmu dibandingkan segudang cowok lainnya!

Kamu mungkin komplain, “Ah, tapi kalo emang dia ngga tertarik ama gue, kenapa dia ngga nolak ajakan atau hadiah atau traktiran gue?”

Inilah yang muncul dalam logika cewek ketika kamu terus saja menyiraminya dengan berbagai perhatian, termasuk akses finansial:

“Dia nawarin, ya goblok aja kalo ngga diambil. Kalopun dia ngga nawarin duluan, dia selalu ngasih juga kalo gue minta. Teman baik kayak gitu ngga bakalan gue tinggalin, kecuali dia mulai minta yang macem-macem.”

Saya bisa mendengar sebagian kecil cowok yang berseloroh, “Ah, cewek target gue tuh anak baek-baek, ngga begitu pola pikirnya. So jauh lebih baik terus jadi supplier dan nunggu aja. Gue percaya komitmen dan kesetiaan akan membuahkan hasil.”

Dude, seriously…

… open your eyes!

Atau kamu akan mati di usia muda karena stress dan gagal ginjal!

Sekarang kamu harus belajar mengerti dan menerima fakta bahwa cewek-cewek itu suka bergaul denganmu dan menikmati pemberianmu sama sekali tidak berarti dia tertarik untuk menjadi kekasihmu.

Saya akan jelaskan lebih lanjut. Tadi saya sempat menyebut tentang kebutuhan eksternal, yaitu hal-hal mengacu pada pemuasan materi fisik. Sekalipun dalam romance terdapat faktor interaksi fisik (sentuhan dan seks), namun bagi cewek hal tersebut tidak tergolong ke dalam materi fisik; bagi mereka hal-hal romance, cinta dan seks masuk ke dalam kebutuhan internal, yakni materi yang berkenaan dengan kepuasan emosi dan jiwa.

Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa untuk dapat mengalami orgasme yang penuh, seorang cewek harus berani untuk melepaskan kendali atas dirinya, mempercayakan diri sepenuhnya pada si cowok dan merelakan dirinya terlihat lemah dan memalukan ketika sang cowok membawanya pada titik klimaks yang meledak-ledak.

Itu sebabnya cewek-cewek selalu mencari cowok yang memiliki jiwa kepemimpinan dan dominan agar mereka dapat dengan tenang menyerahkan diri mereka dan tenggelam menikmati misteri petualangan romance yang diberikan oleh cowok tersebut.

Apakah itu sesuatu yang bisa diberikan oleh cowok supplier baik hati yang rajin mentraktir?

Sama sekali tidak.

Kecuali dia memang super tajir, jarang sekali cowok supplier memiliki komponen kepemimpinan, dominan, dan petualangan yang memadai.

Yang ada justru cowok supplier adalah kumpulan cowok baik-baik yang serba membosankan lemah dalam hidupnya dan begitu tidak percaya diri sehingga harus menyogok cewek demi mau bermain dengan mereka.

Cewek yang berkualitas tidak akan tertarik secara romansa dengan cowok supplier karena sifat tersebut bukan hal yang menggambarkan imajinasi petualangan cinta yang mendebarkan.

Apakah sekarang kamu mengerti mengapa mereka menerima setiap kali kamu mengajaknya bersenang-senang, tapi ketika mereka ingin bersenang-senang, mereka jarang mengajakmu dan memilih untuk melakukannya dengan cowok-cowok lain, bahkan jadian dengan cowok yang justru tidak sebaik dirimu?

Karena kamu tidak merasa memiliki kualitas cukup menarik yang diinginkan oleh cewek tanpa embel-embel dan imbalan fasilitas.

Karena mentraktir dan memberi hadiah sekeren apapun tidak akan bisa menutupi keminderanmu akan diri sendiri.

Karena cewek tidak pernah tertarik pada pecundang yang bersedia mengobral kompensasi sebanyak mungkin demi kehadiran seorang cewek untuk melengkapi hidupnya.

Saya harap saat ini saya sudah menyakiti dirimu cukup parah hingga kamu merasa muak dengan keadaan selama ini dan ingin mengubah pola hidupmu sekarang juga.

Sekali lagi, setiap kali kamu bersedia mengeluarkan begitu banyak investasi secara finansial ketika mendekati cewek, kamu tidak akan mendapatkan apa-apa selain, “Hey, elo teman gue paling baik dan paling kenal gue, dan kita akan selalu menjadi teman sejati selamanya.”

Kalau ternyata kamu berhasil memancing cewek untuk jadian lewat strategi cowok supplier, maka umur kalian hanya sejauh (a) seberapa lama sebelum seluruh resource-mu terkuras habis, (b) seberapa lama sampai akhirnya kamu muak karena si cewek tidak benar-benar menginginkanmu, (c) seberapa lama sebelum cewekmu menemukan cowok lain yang lebih supplier daripadamu, atau kombinasi ketiganya.

Sobat, menjadi cowok supplier yang rajin mentraktir target (baca: memberi kompensasi dan sogokan) bukan strategi yang cerdas, baik dalam usaha pendekatan maupun setelah dalam hubungan.

Dalam setiap workshop Hitman System, saya selalu menekankan peserta untuk bertemu dan menjalani hubungan dengan cewek sebanyak mungkin. Kamu bisa bayangkan betapa besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk aktifitas itu jika mereka masih memakai paradigma cowok supplier.

Itu sebabnya kami mengajarkan pada mereka bagaimana caranya menciptakan karakter yang kuat semenjak awal interaksi bahwa kamu tidak bisa dianggap sebagai cowok desperate yang bersedia mengeluarkan uang demi mendekati cewek, bahkan mampu menolak ketika sang cewek meminta tanpa membuatnya merasa keberatan atau membatalkan acara.

Saya tidak bisa membagikan tehniknya dalam artikel ini, sekalipun kamu bisa menerka-nerka sendiri sejumlah strateginya jika membaca artikel dan Q&A yang tersedia di website www.hitmansystem.com .

Jika kamu selama ini selalu jadi bulan-bulanan nasib, kewalahan harus ngebayarin cewek tanpa pernah melihat hasil yang kamu inginkan, lebih baik kamu menabung semua pengeluaran tersebut untuk mengikuti Hitman System Exclusive Workshop di bulan yang bersangkutan.

Investasi yang kamu berikan untuk mengembangkan dirimu tersebut akan membuahkan nilai yang berlipat ganda dibandingkan jika kamu pakai untuk menyumbang pulsa, mentraktir J.Co, atau membelikan kalung-gelang dan boneka pada cewek yang kamu incar.

Lalu kelanjutan pengalaman saya di awal artikel ini, apa yang saya jawab pada cewek yang meminta saya mentraktirnya nonton di Plaza Semanggi?

Saya tidak menjawab apa-apa.

Ketika langkah kami tiba di depan loket 21, saya langsung menyebutkan film yang ingin ditonton berikut dua posisi tempat duduk, lalu berbalik menatap mata sang cewek dengan santai.

Tiga detik kemudian terdengar suara, “Terima kasih, selamat menonton,” dari penjaga ticketbox.

“Good girl,” jawab saya sambil menepuk kepala cewek target tersebut, berjalan ke arah pintu studio, meninggalkannya yang sibuk membereskan uang kembalian dan memasukkan dompet ke dalam tas lengannya.

Film dimulai.
Artikel selesai.

Jangan Jadi Dukun Curhat

Saya yakin ada banyak di antara kamu yang sehari-harinya terkenal sebagai sang konselor sejati, tempat tumpahan lirih dari bidadari-bidadari yang sedang terluka.

Mungkin sudah tidak terhitung lagi berapa kali kamu mendengar teman-teman cewekmu curhat tentang cowok mereka yang kurang ajar, tidak tahu diri.

Tentang cowoknya yang sudah berubah jauh dari ketika mereka jadian pertama kali.

Mereka bingung kenapa cowok mereka tiba-tiba berlaku aneh, misalnya sering membatalkan janji atau tidak mau menjawab SMS.

Ada juga mereka yang baru tahu bahwa cowoknya memiliki sifat abusive, sehingga mereka sering menerima tekanan mental atau perlakuan fisik yang tidak menyenangkan.

Pokoknya seribu satu macam cerita yang membuat jiwa humanis dan heroik kamu bergetar ingin ’menyelamatkan’ si cewek cantik...

... sambil diam-diam juga ngarep sama dia!

Tapi entah mengapa, tak peduli berapa banyak nasihat yang kamu beri, tentang kenapa cowok itu seharusnya ditinggalkan, atau mengumpulkan bukti-bukti hubungan mereka tidak sehat, cewek itu tetap bersikeras untuk meneruskan hubungan dengannya.

Dia biasanya bilang, ”Iya gue tau, tapi gue ngga bisa ninggalin dia. Gue tetep sayang dia. Gue cuman mau dia berubah sedikit aja di bidang itu..”

Atau kalaupun akhirnya mereka putus, dia akan melewatimu dan jadian dengan cowok brengsek berikutnya yang kebetulan lewat di dekat kalian.

Guys, ini adalah fenomena ajaib yang hampir bisa ditemukan dalam lembaran hidup cowok kesepian dan geng jomblo di seluruh dunia.

Saya dulu pernah mengalaminya. Nyaris semua sahabat saya yang masih jomblo saat ini juga kerap menjadi bulan-bulanan pengalaman seperti itu. Bahkan yang tidak jomblo pun pasti bakalan sering mengalaminya.

Tidak usah heran, karena sebagai cowok, kita paling rentan terjangkit virus Messiah Complex atau Superhero Complex, yaitu ingin menjadi sang pahlawan yang ingin menyelamatkan dunia, atau dalam hal ini, seorang cewek dari genggaman cowoknya yang bajingan.

Biasanya si cewek mulai dengan sedikit cerita, sekedar trailer saja tentang apa yang dia alami dengan cowoknya. Lama-kelamaan, dia mulai membeberkan full story keluhan tentang hubungan mereka.

Mulai dari perlakuan yang tidak menyenangkan hingga yang sifat yang mentally abusive. Siapa yang tidak akan tersentuh mendengar semua cerita seperti itu?

Apalagi jika kamu tahu bahwa dirimu sama sekali tidak seperti itu tapi entah mengapa tetap jomblo...

Kamu sering berteriak dalam benakmu, ”Open your eyes, girl. I’m far better than him! Not like that lousy asshole, I know how to treat you right,” sehingga kamu bersedia menjadi teman curhatnya selama berbulan-bulan.

Bahkan tidak jarang ada cowok yang memiliki ambisi untuk menjadi sang Curhat Master, yakni si cowok yang selalu bisa menjadi pundak tempat cewek-cewek menangis.

Kamu berpikir, bukankah itu cara cerdas untuk mendapatkan cewek dengan mudah?

Kamu berharap suatu saat, salah seorang, kalau bukan semua, cewek-cewek itu akan berbalik dari kebodohan mereka dan menyadari bahwa kamulah sang cowok sejati yang mereka butuhkan dalam hidup.

Guys, listen to this:

It’s NOT going to work!

Saya ingin kamu menelusuri kembali ke tahun-tahun awal kamu menjalani kehidupan sebagai Curhat Master.

Sekilas memang terlihat keren. Tapi coba, dengan jujur, kamu jawab pertanyaan ini: berapa banyak dari cewek-cewek itu yang akhirnya bisa melanjutkan berhubungan denganmu, persis seperti yang kamu harapkan?

Jika kamu masih baru menggeluti dunia Curhat Master, silakan tanyakan pada cowok-cowok yang sudah sangat veteran. Mereka pasti akan memberikan persentase yang sangat-sangat kecil...

... kalau bukan NOL BESAR.

Karena cewek tidak bekerja dengan logika yang sama seperti yang kamu harapkan, kamu tidak bisa mengharapkan diberikan kesempatan untuk sebuah romance bila memulainya dengan menjadi Curhat Master.

Ketika kamu menempatkan diri sebagai Curhat Master, cewek tidak akan melihatmu sebagai cowok yang menarik untuk sebuah hubungan romance.

Melainkan mereka akan melihatmu sebagai salah satu komponen Support Circle.

Apa itu? Nanti akan saya jelaskan. Sekarang saya ingin kamu melihat sebuah pengalaman seorang sahabat saya.

Kalau ada banyak cowok yang sedikit iri dengannya, itu karena Felix punya segalanya, mulai dari postur tubuh yang tinggi walaupun agak kurus, suara yang berat sexy, dan otak encer. He’s really a great guy yang selalu bisa membuat orang tertawa dengan kumpulan cerita jokes baru setiap harinya.

Felix bersahabat (dan NGAREP!) dengan Renny, teman fakultasnya yang bukan saja menjadi salah satu kembang idola di kampus, tapi juga sudah punya pacar yang aktif dalam banyak kegiatan turnamen basket.

Topik yang paling sering mereka bicarakan adalah tentang bagaimana Renny merasa kualitas hubungan dengan pacarnya sangat menurun lantaran sang cowok belakangan semakin jarang memberikan waktu untuknya.

Sang pacar juga tidak segan-segan untuk membatalkan janji demi keperluan tim basketnya. Jika Renny ngambek, cowok itu langsung malah sengaja ’menghukumnya’ dengan keluar hangout bersama teman-teman cowoknya pada malam minggu.

Belum lagi ditambah cowok itu juga suka membentak bila keinginannya tidak dipenuhi. Renny sudah tahu tentang hal itu semenjak awal mereka jadian dua bulan sebelumnya, tapi berpikir dia bisa membantu mengubahnya perlahan-lahan seiring perjalanan. Sekarang dia mulai berpikir itu adalah sebuah kesalahan.

Felix tahu semua detil kisah tersebut karena Renny setiap hari memberikan update terbaru, baik sekedar curhat atau untuk meminta opini. Status Renny sebagai salah satu cewek populer tidak memungkinkan banyak cowok bisa mendapat akses dekat dengannya, boro-boro menjadi sahabat intim, TTM hingga akhirnya pacaran.

Jika ada apa-apa, Felix pasti orang pertama yang ditemui oleh Renny. Felix tahu itu. Saya juga tahu. In fact, semua orang tahu itu.

Bisa dibilang Felix termasuk cowok yang sangat beruntung.

Tapi benarkah begitu?

Terakhir kali saya mendengar kabar tentang Renny, dia sedang asyik dengan cowok barunya yang anak mobil, pacar KE-3 setelah era sang pebasket itu.

Dimanakah Felix?

Dia masih menjadi sahabat baik Renny, karena cowok anak mobil itu, seperti para pendahulunya, juga memiliki kecenderungan sifat yang sama. Renny terus membutuhkan saran-saran Felix, kebijaksanaan Felix, dukungan Felix, Felix ini, Felix itu.

Tapi hanya sampai situ saja.

Felix tidak pernah bisa sedikitpun melangkah keluar batasan seorang sahabat curhat.

Felix tidak pernah sedikitpun dianggap sebagai calon pacar yang potensial oleh Renny.

Felix pernah beberapa kali mencoba mengungkitnya sambil pura-pura bercanda, tapi Renny selalu menepis’permintaan’ itu, ”Ah biasa aja loe, mana mau sih ama cewek yang selalu berantakan kaya gue!” dengan bercanda juga.

Felix tidak pernah mengerti mengapa semua hal itu terjadi.

Saya sudah sering meminta Felix untuk berhenti jadi dukun curhat, membuang angan-angannya tentang Renny dan mulai mencari cewek baru dengan cara yang benar, tapi dia tidak mau melakukannya.

Ia jauh lebih suka tenggelam dalam candu ngarepnya

It’s pitiful, but it’s his choice.

Saya tidak bisa memaksa. Saya hanya bisa memberitahu, sama seperti yang saya sedang lakukan pada kamu lewat artikel kali ini.

Fellow brothers, ingat baik-baik:

Menjadi Curhat Master tidak akan banyak membantumu mendapatkan cewek yang kamu inginkan!

Itu sama seperti kamu berharap bisa jago Bahasa Inggris dengan rajin membaca entry kamus setiap hari.

Absurd.

Saya ingin kembali lagi tentang support circle.

Ketika masih kecil, kita cowok selalu sibuk dengan berbagai aktifitas permainan, olahraga, dan komputer. Apa yang dilakukan oleh para cewek ketika kita sedang asyik kejar-kejaran bola atau perang-perangan di lapangan?

Mereka duduk dengan kalem di tempat teduh, berdiskusi tentang dunia yang terjadi di sekitar mereka.

Gosip, curhat, keluhan, apa saja.

Itulah ciri lifestyle cewek: komunal. Mereka selalu mengelilingi dan dikelilingi oleh lingkaran sahabat. Tipikal cara mereka bertahan hidup, yakni dengan memperlebar lingkaran komunitas mereka.

Kami menyebut hal itu sebagai Support Circle, karena di sana para cewek akan saling membantu satu sama lain memecahkan masalah-masalah besar yang tidak pernah dipusingkan oleh cowok-cowok pemain bola dsb.

Kadang kumpulan cewek demikian tidak lebih dari orang buta yang menuntun orang buta lainnya, tapi itu tidak jadi masalah karena mereka tidak mementingkan nilai salah atau benar, melainkan lebih pada rasa kebersamaan, dan yang terutama, group sympathy.

Nah, apa yang terjadi jika kamu mengambil peran sebagai Curhat Master kepada seorang cewek?

Dia akan otomatis mengenalimu sebagai penghuni baru dalam Support Circle!

Karena selama ini Support Circle selalu beranggotakan cewek, jadi KAMU juga akan DIPERLAKUKAN layaknya seorang teman CEWEK.

Jangan heran bila dia tidak pernah bisa melihat kamu sebagai cowok yang potensial untuk romance.

Kamu bisa memiliki suasana yang sangat nyaman dan intim dengan cewek-cewek, mendengar cerita pribadi, bahkan melihat mereka menangis tersedu-sedu di pelukanmu...

... tapi itu semua karena di indera mereka kamu memiliki ’aroma’ seperti temen ceweknya!

Bukan karena kamu spesial dibandingkan teman cowoknya yang lain, atau bahkan pacarnya yang bedebah itu.

Bukan karena dia, jauh di dalam hatinya, tertarik dengan semua kebaikan dan kedewasaanmu dalam mendengarkan curhatannya.

Juga bukan karena kamu satu-satunya orang yang bisa mengerti dia (sekalipun dia mengaku demikian!) dan mampu menyelamatkan dia dari bahaya.

Kamu tidak sehebat itu, sobat.

Kalaupun dia membutuhkan seseorang untuk menyelamatkan dia dari hubungan yang berbahaya, maka dia pasti mencari seseorang yang berbau cowok banget.

Curhat Master jelas tidak memiliki bau itu.

Jika kamu cukup berani untuk menyelidiki dengan seksama, kamu akan terkejut menemukan beberapa cowok-cowok lain YANG TIDAK PERNAH DIA CERITAKAN yang juga bermain sebagai Curhat Master juga persis sama sepertimu.

Catat ini: cewek-cewek yang memiliki cowok bermasalah pasti memiliki SETIDAKNYA dua teman cowok yang selalu menjadi tempat curhatnya.

Mereka biasanya adalah cowok-cowok yang tidak menyadari keberadaan cowok lainnya, menganggap dirinya spesial karena bisa menjadi sahabat intim, lalu berani menginvestasikan banyak tenaga, perhatian, bahkan juga uang agar suatu saat bisa mendapatkan sang cewek menjadi miliknya.

Sekali lagi guys, it’s NOT going to work.

Apa yang harus kamu lakukan bila bertemu, or bahkan ngarep, dengan cewek demikian?

Lupakan saja. Dia tidak layak untukmu.

Kamu hanya menjadi seorang dokter yang akan terus menangani masalah itu-itu saja. Cewek itu akan mendengar nasihatmu, mengangguk-angguk seolah sudah mengerti dan mengerti, lalu PERGI DENGAN COWOK LAIN untuk beberapa lama sampai akhirnya dia kembali kepadamu dengan luka-luka yang persis sama.

Apapun yang kamu lakukan tidak akan bisa membuatya berpaling padamu. Jika kamu menjelaskan betapa brengsek dan kurang ajar cowoknya, si cewek akan flashback ke masa lalu dan mengingatkan betapa mereka dulu sangat romantis. Harapannya bahwa sang cowok akan berubah malah semakin membesar.

Jika kamu memberikan nasihat bagaimana cara bersikap dan ’memberi pelajaran’ kepada sang cowok, tetap saja tidak berguna karena dia akan lupa dan clueless begitu berhadapan dengan sang cowok.

Si cewek akan kembali kepadamu dengan perasaan gagal yang semakin besar, sehingga kamu jadi terjerat untuk terus meladeninya karena merasa bersalah tidak bisa memberikan solusi yang tepat sebelumnya.

Guys, wake up...

Kamu bukannya sedang menginvestasi waktu dan tenaga, tapi malah sedang membuang-buangnya!

Tidak peduli terlihat betapa menjanjikannya posisi Curhat Master, itu tidak akan membawamu pada hubungan yang kamu impi-impikan. Kei biasa menyebutnya Cowok Dispenser; cewek datang ketika membutuhkan, lalu pergi jauh hingga nanti merasa haus lagi.

Mendedikasikan hidupmu untuk menolong orang adalah hal yang mulia. Tapi jika kamu melakukan hal itu atas dasar NGAREP... hentikan, bung, tolong hentikan karena kamu akan sangat terluka pada ujungnya.

Satu-satunya yang bisa menyelamatkan cewek demikian adalah dirinya sendiri.

Jika kamu terus-menerus menyediakan dirimu sebagai sang penolong, sambil memendam ngarep, cewek itu tidak pernah bisa serius menyelesaikan masalahnya karena dia tahu, ”Ah, ada si X kok yang pasti bakalan support gue bla bla bla...”

Kamu harus bisa dengan berani mengurangi, kalau bukan menghapuskan, keterlibatanmu dalam Support Circle-nya. Bukan karena kamu tidak peduli dengannya, tapi karena kamu adalah cowok dengan banyak kesibukan yang lebih penting daripada mengurusi urusan romance orang lain.

Kamu sibuk bergaul dengan teman-teman yang asyik, memiliki agenda kegiatan yang menarik, mengisi harimu dengan petualangan yang tidak bisa dilakukan oleh orang yang terus-terusan bermasalah dengan pacarnya.

Jika kamu merasa menjadi Superhero dan Curhat Master adalah kegiatan yang menarik, kamu benar, TAPI itu kalau kamu tidak ngarep dengan sang cewek. Begitu kamu menunjukkan sikap ngarep, kamu sudah masuk ke dalam jerat yang melelahkan.

Ada banyak cewek lain yang lebih bermutu di luar sana, kamu hanya perlu tahu bagaimana menemukan dan membuka hubungan dengan mereka.

Ketika saat itu datang, pastikan kamu tidak memulainya sebagai Support Circle.

Masuklah sebagai cowok sejati. A glossy guy.

Cewek dan Pasir Hisap

Artikel ini cukup panjang, namun luangkanlah waktu sejenak untuk membaca paling tidak 3 paragraf pertama.

Saya jamin kamu tanpa sadar akan membacanya sampai habis karena isi artikel ini akan memberi penjelasan yang kamu butuhkan dan merubah paradigma kamu tentang hubungan cowok cewek.

Alkisah...

Seorang cowok menyukai seorang cewek.
Sang cewek juga menyukai sang cowok.
Mereka mengalami masa-masa indah bersama.
Lewatkan waktu bersama.
Tersenyum bersama.
Tertawa bersama.
Segalanya indah.
Lalu masalah itu datang.
Dan semuanya hancur berantakan.
Langkah mereka menjauh.
Hati mereka hancur.
Perpisahan di ambang pintu.
Sang cowok tidak bisa membiarkan sang cewek pergi.
Sang cowok terlalu menyayangi sang cewek.
Sang cowok tidak ingin kehilangan sang cewek.
Maka ia berusaha menunjukkan ketulusan perasaannya.
Namun semakin ia berusaha.
Semakin ia terjerumus dan tidak bisa keluar.
Terperangkap oleh pasir hisap.

Ini bukan puisi cinta murahan. Ini adalah pengalaman banyak cowok di luar sana. Apakah kamu pernah mengalami hal yang serupa? Saya pernah, beberapa kali malah.

Hanya demi mempertahankan hubungan yang memburuk, kamu melakukan semua hal yang akan dilakukan cowok manapun di saat seperti itu: melancarkan serangan bertubi-tubi. Sms dan telpon setiap hari, menyatakan perasaan kamu berulang kali, membelikan hadiah-hadiah, memperlakukan dia lebih baik dari sebelumnya bak putri raja, mencoba melucu dan membuat dia tertawa, lebihparah lagi saya bahkan pernah menuliskan puisi-puisi romantis dengan harapan itu semua akan membuatnya berpaling kembali.

Kamu menjadi pengemis yang mengharapkan dengan iba sisa-sisa perasaan dia pada kamu. Namun hasilnya tidak sesuai dengan harapan dan sangat tidak sebanding dengan pengorbanan kamu, karena pada akhirnya dia tetap pergi meninggalkan kamu di tengah-tengah kefrustrasian. Kamu tidak mengerti. Kenapa setiap usaha untuk membuktikan ketulusan perasaan kamu selalu berakhir bagai asap diterpa angin? Kenapa ketulusan kamu hanya bagai sampah di matanya? Kenapa seolah-olah perasaan cewek itu gampang sekali berubah menjadi dingin?

Banyak dari teman-teman saya adalah cowok-cowok yang berkualitas. Intelek, mandiri, berbakat dan tulus. Namun seumur hidupnya, mereka sama sekali tidak pernah berhasil dan selalu gagal dalam hubungan dengan cewek. Ada apa ini? Ada yang tidak beres dengan dunia ini! Kenapa begitu banyak cowok-cowok luar biasa di luar sana yang mengalami hal ini?

Saya pernah mengalaminya dan saya tahu perasaan kamu. Saya menghabiskan begitu banyak waktu untuk mencari jawabannya. Bertanya kesana kemari dan menipu diri dengan penjelasan yang membuat saya terhibur sementara. Hingga akhirnya saya muak dengan segala keputus asaan dan memutuskan untuk keluar dari keadaan ini. Karena kebetulan saya adalah orang yang gemar membaca, maka langkah awal saya bermulai dari situ.

Saya mulai membaca materi-materi tentang hubungan pria dan wanita. Saya juga mulai mempelajari ilmu psikologi, mencoba mencari jawaban kenapa manusia bereaksi sedemikian rupa dalam situasi tertentu. Saya mulai mengamati pola-pola hubungan yang ada dalam tatanan sosial kita. Dan mulai bergaul dengan orang-orang yang memiliki pengalaman pahit yang serupa dan memutuskan untuk melakukan sesuatu.

Disitulah saya bertemu Lex dan Jet. Saling bertukar pengalaman dan berbagi pengetahuan.

Dan akhirnya kami menemukannya..

PERASAAN TERTARIK ITU TIDAK BISA DIPAKSAKAN.

Itu adalah hal yang natural dan timbul karena input dan stimulasi-stimulasi tertentu. Tentu, kamu pasti berpikir "Kalau cuma begitu aja, gue juga tau!" Oke. Kalau kamu memang tahu, lalu kenapa kamu terus memaksa diri dan memaksa perasaan cewek yang sudah tidak tertarik kepada kamu?

Tidak peduli seberapa konsistennya kamu, seberapa bertubi-tubinya serangan kamu, kalau si cewek memang sudah tidak tertarik, tidak ada lagi yang bisa kamu lakukan selain pergi dan mulai mencari cewek baru! Kamu sadar hal itu, tapi kenapa kamu tidak mau melakukannya dan malah berkutat dalam perangkap pasir hisap itu? Saya tahu jawabannya: Bukan karena cinta, ketulusan, atau alasan-alasan romantis picisan lainnya, melainkan karena RASA TIDAK PUAS kamu akan keadaan tersebut.

Sebagai cowok, sejak kita kecil kita sudah dididik dan diindoktrinasi dengan nilai-nilai keberhasilan yang dipaksakan. Sehingga kita menjadi pecundang-pecundang yang tidak mau mengakui bahwa dirinya adalah pecundang. Kita tidak mau menerima kekalahan. Kita tidak ingin menghadapi kegagalan. Dan kita selalu berusaha untuk menjadi orang yang memegang kendali atas segala sesuatu. Dan ketika hubungan kita dengan cewek mulai terlihat gagal dan memburuk, kita akan melakukan segala daya upaya untuk memastikan kita tidak kalah!

Kita tidak puas dengan situasi tersebut. Kita ingin kembali memegang kendali. Kita ingin memperbaikinya karena kita merasa kita mampu memperbaikinya, kalau saja kita diberi kesempatan.

Untuk itulah, dengan dalih perasaan sayang atau cinta atau apalah, kita memaksa diri kita untuk tetap mempertahankan sang cewek. Padahal dengan melakukan hal-hal tersebut kamu telah memaksa cewek tersebut. Dan tidak ada orang yang suka dengan pemaksaan. Itu sebabnya, semakin kamu berusaha semakin sang cewek akan menjauh dan menghilang.

Kalau kamu benar-benar tulus, kamu tidak akan frustasi apabila sang cewek pergi meninggalkan kamu. Kalau kamu benar-benar tulus, kamu tidak akan berubah menjadi sinis atau malah benci kepadanya. Tapi kenapa banyak cowok yang berubah sikap menjadi benci dan menjelek-jelekan cewek yang sudah menolak atau meninggalkannya? Karena kamu sudah kalah, dan kamu benci kekalahan. Makanya kamu mencoba menyalahkan sang cewek untuk kekalahan yang kamu alami.

Masuk akal?

Apabila kamu berkata "Ya" maka saya ingin mengatakan bahwa saya tidak menemukan hal ini begitu saja. Saya menghabiskan malam-malam penuh frustasi untuk mencari jawaban dan penjelasan. Saya tidak mau menjadi pecundang. Karena itu saya memikirkan berbagai macam alasan dan penjelasan yang hanya dapat menghibur sementara saja dan menyangkal kekalahan saya. Namun semakin kamu menyangkalinya, semakin kamu akan terpuruk.

Kalau kamu telah membaca sampai di sini dan merasa bahwa apa yang saya bagikan sesuai dengan keadaan kamu, maka ini saatnya kamu mengakui kekalahan kamu. Akui saja rasa ketidak puasanmu dan hadapi kegagalanmu. Setelah kamu melakukannya, kamu akan menyadari bahwa tidak apa-apa untuk mengakui kegagalan dan kekalahan.

Kamu kalah dalam permainan ini, namun tidak ada yang akan menyalahkan kamu. Kamu belum memiliki pengalaman yang cukup dan belum tahu cara-cara dan teknik-teknik yang diperlukan untuk memenangkan permainan ini, jadi kekalahan kamu adalah hal yang wajar.

Dan sekarang saatnya kamu memasuki permainan yang baru dengan lebih percaya diri dan kesiapan yang matang, karena kamu telah mengetahui alasan kenapa kamu kalah dan kamu tidak akan mengulanginya lagi.

Lupakan sang cewek, jangan pernah lagi mengemis dan menyerangnya dengan bertubi-tubi. Justru dengan kamu melepas dan memberinya keleluasaan, kesempatan kamu untuk mendapatkannya kembali di kemudian hari (apabila kamu masih berminat) akan lebih tinggi dibandingkan apabila kamu memaksanya.

Lupakan sang cewek, dan mulailah mencari cewek-cewek baru. Percayalah, cara termudah untuk melupakan seorang cewek adalah dengan bertemu cewek-cewek baru. Kenapa kamu harus peduli pada cewek lama kamu apabila kamu bisa di kelilingi oleh cewek-cewek yang sama atau bahkan lebih menarik darinya? Kamu akan melupakannya dalam sekejap begitu kamu mulai bertemu dan bersenang-senang dengan cewek-cewek baru.

Namun bertemu dengan cewek-cewek baru adalah sebuah permainan yang lain lagi. Dan kamu membutuhkan skill khusus untuk dapat memenangkan permainan ini. Untuk itulah workshop Hitman System diadakan. Untuk membantu kamu bertemu dengan cewek-cewek baru dan melupakan yang lama.

Hitman System adalah live interactive workshop membagikan rahasia-rahasia kesuksesan dalam membuka hubungan dengan wanita di mana saja dan kapan saja. Berbicara tentang metamorfosa, perubahan paradigma, tehnik rahasia, pokoknya semua senjata yang kamu perlukan untuk menjamin kesuksesan kamu, dan dapat dipelajari oleh semua cowok tanpa terkecuali.

Membongkar Kebohongan Mitos Romance

Secara singkat, mitos adalah kisah atau ide yang dipegang oleh orang karena keberadaannya mendukung, melestarikan atau memberi harapan tertentu bagi yang mempercayainya.

Ada ratusan juta bentuk ide, kisah, faham, harapan atau kepercayaan di dunia ini, tapi hanya karena itu memiliki nilai estetika yang bagus, bukan berarti ia benar-benar mampu memberikan apa yang dijanjikan. Hal demikian memang memberikan corak warna yang cerah dan hangat pada dunia yang terasa gelap dan dingin ini, tapi jika kamu jujur pada diri sendiri, berapa persen dari ide atau kisah itu mampu membawamu secara nyata lebih dekat pada pemenuhan kebutuhanmu?

Dalam seperempat abad usia hidup saya, ada banyak sekali mitos seputar dunia cinta yang tidak pernah terpenuhi seperti seharusnya atau setidaknya seperti yang dijanjikan.

Saat usia SMP & SMA, saya sangat mempercayai cinta pada pandangan pertama. Saya selalu membayangkan kapan itu terjadi, yaitu ketika saya sedang sibuk mengerjakan sesuatu, lalu tidak sengaja bertemu dengan seorang cewek yang akan menjadi pasangan hidup saya. Pertemuan yang begitu ajaib tersebut tentu memiliki kekuatan cinta yang mengalahkan segalanya, jadi tidak ada sedikitpun keraguan dalam diri saya bahwa hubungan itu akan gagal.

Hal itu memang terbukti, dalam sejumlah pengalaman saya, tidak pernah ada kegagalan dalam hubungan cinta pada pandangan pertama tersebut. Namun bukan karena memiliki kekuatan cinta yang ajaib, melainkan karena hubungan itu memang tidak pernah ada sehingga tidak ada yang bisa digagalkan, alias perasaan saya hanya bertepuk sebelah tangan dan imajinasi tersebut tidak pernah terwujud.

Kamu pernah mengalami hal yang serupa, bukan?

Persahabatan dengan cewek adalah hal yang selalu saya dapatkan dengan berlimpah-limpah di setiap lingkungan yang saya tempati. Mulai dari sekolah, kampus, gereja, hingga kantor, tidak sulit bagi saya untuk membuat cewek bercerita tentang hal-hal pribadi dan intim tentang kehidupan mereka.

Saya memiliki kharisma hangat yang membuat cewek senang berinteraksi dengan saya, sehingga seluruh lingkaran sahabat saya selalu didominasi oleh 70% cewek dan sisanya cowok. Itu adalah kondisi yang sangat subur untuk mitos 'cinta tumbuh dari persahabatan', sehingga dari jumlah cewek yang begitu besar tersebut, ada beberapa persahabatan yang saya harapkan dapat bertumbuh menjadi lebih spesial, seperti pacaran hingga akhirnya menikah.

Sayangnya, tidak peduli seberapa sering saya berdoa, tidak ada satupun dari persahabatan tersebut yang berhasil menembus hingga percintaan.

Kisah yang tidak asing dengan hidupmu?

Kamu sekarang mengerti mengapa saya menganggap ide-ide seperti itu sebagai mitos?

Karena mereka jarang sekali memiliki korelasi dan sedikit bersentuhan dengan dunia nyata!

Kalau kamu menolak dan berkata, "Tapi gue sering baca pengalaman orang seperti itu di buku-buku motivasi dan inspirasional," saya menjawab, "Tentu!"

Tentu kamu pasti pernah membacanya di buku, majalah, atau melihat tayangan talk show seperti itu. Saya tidak berniat untuk menyangkalinya karena diri saya pun adalah sebuah bukti nyata dari penggenapan mitos 'cewek menginginkan cowok yang apa adanya' yang terjadi dalam pernikahan orangtua saya!

Pertanyaannya bukanlah "Apakah ide itu mungkin terjadi dan membuahkan harapan yang ada?" karena tentu saja SELALU ADA KEMUNGKINAN untuk terjadi demikian. Ada milyaran manusia di bumi ini, jadi pasti ide-ide tersebut bisa ditemukan terjadi dalam hidup sebagian orang di luar sana. Itulah yang kemudian kita baca dalam buku dan nonton dalam berbagai film Hollywood yang bertema true-stories.

Pertanyaannya adalah, "Bagaimana dengan diriMU? Sampai detik ini, apakah ide atau kisah inspirasional tersebut pernah membuahkan sesuatu yang nyata dalam hidupMU? Apakah seluruh tenaga dan waktu yang kamu habiskan untuk mempercayainya dapat memberikan hasil yang memuaskan kebutuhanMU?"

Jika tidak, maka kamu harus berani untuk menerima bahwa apapun yang kamu percayai tersebut adalah tidak lebih dari sekedar mitos.

Kamu harus berbesar hati mengakui kemungkinan bahwa apapun yang kamu anut, pegang, bela, dan percayai tentang pernikahan, pacaran dan cinta selama ini tidak lebih dari sekedar mitos yang indah.

Para kaum filsuf memiliki istilah yang spesifik untuk keadaan seperti itu: UTOPIA. Kalau kamu tidak mengerti artinya, silakan googling untuk membaca penjelasan yang tersedia di internet. Bahkan kalau kamu sudah mengerti pun, saya menganjurkan kamu untuk membaca-baca referensi google lainnya agar lebih mengerti istilah tersebut.

Hal-hal seperti 'cinta pada pandangan pertama', 'cinta yang bertumbuh dari persahabatan', 'cewek menginginkan cowok yang apa adanya', 'cewek ingin dimengerti dan diperlakukan spesial', dan sebagainya bisa menjadi pengalaman nyata dalam kehidupan sebagian orang, namun bisa juga menjadi sekedar mitos dalam kehidupan sebagian besar orang lainnya.

Apa yang saya temukan adalah dunia romance saat ini sudah begitu ternoda dengan puluhan mitos utopia sehingga sekedar menemukan pasangan dan memiliki hubungan percintaan menjadi hal yang terlalu sulit untuk dipenuhi.

Kita setiap harinya begitu terbiasa menghirup udara mitos tersebut sehingga tidak menyadari lagi bagaimana efeknya meracuni pikiran kita.

Salah satu hal sederhana adalah mitos bahwa kamu bisa mendekati cewek dengan cara menjadi sahabat curhatnya. Kamu sudah begitu teracuni sehingga harus membaca Jangan Jadi Dukun Curhat untuk bisa menyadari bahwa itu adalah sebuah kesalahan yang besar.

Hal lainnya adalah mitos jika kamu persisten menunjukkan minat, keseriusan dan ketulusan, kamu akan bisa meluluhkan hati sang cewek impianmu. Kamu tidak akan bisa mengenali hal tersebut sebagai racun candu yang berbahaya jika kamu tidak membaca Cewek dan Pasir Hisap.

Bagaimana dengan 'cewek ingin dimengerti dan diperlakukan spesial', itu tidak mungkin mitos, 'kan?

Mitos!

Saya menemukan pada kenyataannya bahwa cewek-cewek lebih ingin DIPIMPIN oleh seorang cowok yang berkualitas. Mereka tahu seorang cowok memiliki kualitas karena dia mengerti dirinya sendiri, tahu apa yang dia inginkan dan bagaimana cara mendapatkannya. Jika dia mampu mengurus diri sendiri, maka otomatis diasosiasikan dengan mampu mengurus orang lain juga. Itu adalah jaminan kekuatan dan stabilitas yang sangat dibutuhkan oleh pribadi cewek.

Ketika usaha pendekatan, kamu tampil sebagai cowok yang serba pengertian dan ekstra caring, itu akan diartikan oleh cewek targetmu sebagai bukti bahwa kamu sekedar mengincar, menginginkan, membutuhkan sesuatu darinya. Tidak ada jaminan bahwa setelah sang cewek memberikan apa yang kamu inginkan, kamu masih terus berminat atau mampu untuk mengerti dan 'mengurus' kebutuhan-kebutuhannya yang lain.

Itu sebabnya membuat cewek merasa dimengerti tidak akan membuatnya menganggap kamu lebih dari sekedar sahabat yang baik, bukannya cowok-yang-menarik-perhatiannya.

Lalu, cewek ingin diperlakukan spesial?

Ngaco juga, bung.

Cewek, terutama yang cantik dan menarik, sudah bosan diperlakukan spesial karena dia bisa mendapatkannya dari ratusan cowok lain, mulai dari yang dia kenal selama bertahun-tahun ataupun yang sekedar dia temui di tengah jalan. Sama seperti mitos sebelumnya, cewek bisa merasa bahwa perlakuan spesial yang dia dapatkan itu karena cowok-cowok menginginkan sesuatu padanya. Jika cewek sudah bisa memahami tujuanmu melakukan sesuatu, jangan harap kamu akan mendapatkannya.

Jadi kunci pendekatan yang sukses adalah bukan terletak pada tindakan, perlakuan dan hal-hal spesial apa saja yang kamu berikan padanya, melainkan terletak pada KUALITAS KEPRIBADIANMU yang membuat apapun yang kamu lakukan padanya itu terasa spesial.

Itu sebabnya setelah mengikuti workshop, kamu bisa membuat cewek tertarik dengan hal-hal yang justru berlawanan dengan logika pada umumnya, seperti membatalkan janji seenaknya, menghina dengan J2, menolaknya mentah-mentah, dsb. Kamu bisa membaca sejumlah hal terkait lainnya pada artikel Mengapa Cewek Tertarik Pada Cowok Yang Salah.

Kembali lagi soal mitos, tahu apa yang terjadi jika kamu kecanduan dengan ide dan kisah-kisah utopia seperti yang sudah disebutkan di atas?

Kamu menjadi mayat hidup yang 'terkutuk' untuk melakukan kesalahan yang sama dan mengulanginya berkali-kali sekalipun itu tidak pernah memberikan hasil apapun.

Kamu menjadi zombie romance yang semakin membusuk setiap harinya karena racun itu menghilangkan akal sehatmu, memimpikan teori dan harapan yang idealis, menjauhkan dirimu kehidupan nyata.

Lalu apa yang harus kamu lakukan untuk sembuh?

Pasti ada sejumlah prosedur yang bisa kamu lakukan untuk keluar dari kekuatan siklus gelap itu?

Benar, dan kamu sudah melakukan langkah pertama yang paling penting, sobat, yaitu mengakui bahwa selama ini hidupmu terjerat oleh mitos-mitos romance.

Itu bukan hal yang memalukan untuk diakui. Justru patut dibanggakan karena TERLALU SEDIKIT cowok yang berani melakukannya.

Langkah berikutnya adalah memaksa otakmu untuk kembali berpikir dengan sehat dan kritis, mengevaluasi semua ide, atau kisah lainnya seputar romance yang selama ini kamu percayai, baik lewat ajaran orangtua, film-buku, atau teman-teman sendiri.

Kamu harus memiliki kemampuan analisa yang baik untuk mengenali SETIAP MINDSET yang kamu ijinkan mendekam di dalam kepalamu.

Kenali mengapa kamu mempercayai sebuah ide atau konsep, darimana kamu mendapatnya, siapa saja agen yang selama ini mendorong atau memberikan konfirmasi tentangnya, lalu analisa apakah hal itu menyumbangkan sesuatu yang nyata atau hanya mitos harapan tak-berujung saja dalam hidupmu.

Segala sesuatu yang kamu pegang, dukung, percayai, lestarikan karena memberi harapan tertentu bagimu dan tidak pernah memberikan hasil adalah sebuah mitos. Walaupun selalu ada kemungkinan berhasil suatu saat, namun akan jauh lebih efisien dan bermanfaat jika kamu menyingkirkannya saat ini dan mencoba taktik baru.

Dari puluhan mitos romance yang ada, saya sudah mendaftarkan tigabelas di antaranya yang paling umum ditemui dalam kehidupan masyarakat Indonesia, dan kamu bisa mendapatkannya dengan cuma-cuma dengan mengisi aplikasi download 13 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Cowok pada halaman indeks www.hitmansystem.com .

Kamu bisa memakai daftar itu sebagai awal untuk menciptakan daftarmu sendiri. Jangan anggap ini adalah proses yang hanya perlu kamu lakukan sekali karena kamu harus berurusan dengan 'program' yang sudah kamu telan selama bertahun-tahun dalam hidupmu.

Pastikan kamu terus kamu dapat menambahkan daftarmu sendiri, tidak bergantung pada materi yang kamu dapatkan dari Hitman System. Bahkan, demi Tuhan, analisa dengan tajam dan kritis juga segala sesuatu yang saya, Kei, atau Jet ajarkan! Pastikan bahwa apapun yang kami tuliskan ini memang sesuatu yang produktif dan memberikan transformasi nyata seperti yang kamu inginkan.

Lalu langkah terakhir, keluarkan dirimu dari lingkaran yang telah meracunimu tersebut!

Jika kamu selama ini terbiasa ngarep dan mengejar cewek, lalu ingin berhenti bersikap seperti itu setelah membaca artikel Hitman System, kamu tidak akan sanggup melakukannya jika kamu terus berada di tengah teman-temanmu yang memberikan support atas tingkah demikian!

Kamu akan kesulitan untuk menyisihkan, membuang mitos-mitos tersebut jika kamu terus mengelilingi dirimu dengan para agen pembuat mitos.

Orang bijak berkata, "Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik," jadi kamu harus bisa melepaskan diri dari agen-agen yang sudah kamu kenali pada langkah kedua di atas.

Jika buku, film, dan lagu adalah agen yang selalu menyuntikmu dengan mitos-mitos beracun, hindari itu semua. Sebagai general rule, putuskan semua konsumsi film-film romantis, terutama Korean movies, karena saya dan Kei benar-benar mengalami sendiri betapa pekatnya racun yang disebarkan oleh media tersebut.

Jika teman-temanmu adalah cowok lossy, batasi waktumu berinteraksi dengan mereka. Temukan satu dua sahabat baru yang lebih sehat untuk menjadi partner diskusi proses detoksifikasi dari racun-racun mitos romance.

Lalu bagaimana jika agen yang paling mempengaruhimu adalah orangtuamu sendiri? Tidak banyak yang bisa kamu lakukan selain membiasakan diri untuk kritis dan tidak menelan mentah-mentah apa yang mereka ajarkan. Kamu tidak perlu merasa bersalah hanya karena kamu tidak melakukan apa yang mereka dahulu lakukan atau ajarkan, itu sama sekali bukan berarti kamu tidak menghormati mereka.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa hanya butuh sekitar 8-9 kali pengulangan bagi seseorang untuk menjadikan hal baru sebagai sebuah kebiasaan dan terpola dalam hidupnya. Tidak peduli tingkat intelektualitas seseorang, otak kita begitu mudah untuk menangkap dan mempelajari sesuatu, dan sulit sekali untuk bisa menghapus dan membuang sesuatu yang sudah terlanjur masuk.

Apalagi jika itu sudah terprogram selama bertahun-tahun dalam hidupmu, semenjak remaja dahulu hingga usia kerja atau kuliah sekarang.

Namun jika mulai dari detik ini kamu berkomitmen untuk mulai melepaskan diri dari jeratan yang menghalangimu, membiasakan diri untuk melakukan filter untuk setiap mindset yang keluar-masuk ke dalam otakmu, memastikan pikiranmu dapat bekerja dengan sehat, dan tidak sembarangan membiarkan orang lain atau mitos utopia mendikte keberhasilan dan kegagalanmu, kamu akan berangsur-angsur melihat hasil yang nyata sembari kamu menjalaninya.

Itu sebabnya saya tidak pernah menganggap apa yang saya, Kei, atau Jet sampaikan sebagai hal yang brilian atau luarbiasa hebatnya! Tidak sama sekali.

Setiap orang yang memberikan kesempatan bagi dirinya untuk berpikir dengan baik dan sehat akan bisa sampai pada paradigma yang sama, bahkan tidak tertutup kemungkinan lebih baik lagi. Apa yang kami sampaikan lewat Hitman System tidak lebih dari pancingan agar kamu bisa mengeluarkan diri dari batasan mitos apapun dan dilahirkan kembali sebagai pribadi yang Glossy.

Kami menyediakan HSEW, HSMS, dan produk premium lainnya hanya sebagai katalisator dan terapi tambahan seandainya kamu sangat kesulitan merangkak keluar dari siklus lossy yang memilukan, namun semua yang kamu butuhkan untuk berusaha sendiri sebenarnya sudah tersedia di website www.hitmansystem.com .

Baru saja kemarin malam seorang alumni Hitman System berkata pada saya, "Lucu juga ya, semua yang gue dapetin di workshop itu esensinya udah dikasih free di web, tapi gue ngga bisa ngembangin sendiri tehnik dan praktisnya karena udah kelamaan buta jadi cowok lossy yang pasif. Yah, mungkin itu pentingnya workshop, untuk ngebantu orang kayak gue yang terlalu kepayahan buat ngeliat jalan keluarnya."

Saya yakin salah satu dari kami pernah menyampaikan ini dalam artikel Hitman System, namun tidak ada salahnya mengulang pemikiran ini sangat powerful sekali mengubah pemikiran saya, Kei, Jet, HS Crew dan semua alumni:

Jika kamu selalu melakukan apa yang selama ini kamu lakukan, kamu akan terus mendapatkan apa yang selama ini kamu dapatkan.

Ulangi baca kalimat di atas 8-9 kali agar kamu bisa menyimpannya dengan baik dalam pikiranmu.

Lalu berdirilah di depan kaca, perhatikan bayangan siapa yang terpantul di sana, dan ucapkan padanya, "Hiduplah, Manusia, sekarang saatnya melakukan sesuatu!"