Selasa, 04 September 2007

Hentikan Menyogok Cewek ( bag II )

Selama belasan atau puluhan tahun, tergantung umurmu sekarang ini, kamu sudah terbiasa ngebayarin cewek ketika sedang nonton atau sekedar jalan, atau suka membelikan mereka hadiah-hadiah yang kamu tahu mereka inginkan.

Kamu pasti sering melihat bagaimana hal tersebut dilakukan dalam film atau cerita, bagaimana sang cewek tersentuh dengan kebaikan sang cowok dan berpacaran dengannya.

Minggu lalu, karena kebetulan sedang membeli minuman yang sama, saya tidak sengaja menguping tiga orang cowok yang berebutan ngebayarin minuman Quickly yang dibeli oleh seorang cewek di grup mereka.

Bukan cuma kita cowok yang sudah terhipnotis untuk otomatis mengeluarkan kocek ngebayarin cewek, tapi pola itu juga sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan cewek di mana-mana.

Bulan lalu, beberapa langkah sebelum sampai di ticket box di 21 Plaza Semanggi, cewek yang saya hit di minggu sebelumnya berkata dengan ringan, “Elo bayarin gue, OK?”

Jika si cowok tidak pernah memulai janji traktir, then si cewek tidak akan malu-malu menagihnya, tentu dengan bibir yang tersenyum manis.

Mundur beberapa tahun, ketika kuliah dulu, saya memiliki sahabat dekat yang terlihat sangat gaul sekali. Dia rasanya mengenal dan dikenal semua cewek, bukan hanya di fakultas kami saja, tapi juga fakultas lainnya yang letaknya bersebelahan.

Saat itu, sekalipun diam saja dan menyimpan dalam hati, saya merasa penasaran bercampur sedikit kagum dengan kemampuannya untuk menarik cewek-cewek di sekitarnya.

”Apa yang dinilai oleh cewek-cewek dari dia, yang tidak bisa didapatkan dari gue, sehingga dia bisa akrab dengan banyak cewek?” pikir saya setiap kali melihatnya bercengkerama dengan cewek-cewek di kampus.

Tidak perlu observasi yang lama untuk bisa menangkap modus operandinya: cowok supplier (penyedia). Teman saya sangat aktif berkenalan dengan cewek baru yang menarik perhatiannya, lalu suatu saat dalam interaksi tersebut dia akan memulai inisiasi untuk ngebayarin atau membelikan sesuatu pada sang cewek.

Tidak heran cewek senang berinteraksi dengannya. Tidak heran dia sering dikelilingi oleh satu dua cewek setiap saatnya. Tidak heran dia selalu disapa oleh cewek-cewek kemanapun dia pergi.

Jadi berdasarkan kasus teman saya dan kejadian lainnya di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa jika ingin melakukan pendekatan pada cewek target yang kita inginkan, atau ingin memperbesar kesempatan bertemu dan menggaet segelintir cewek alternatif lainnya, maka kita harus melakukannya dengan strategi traktiran dan hadiah.

Setiap film, lagu, teman cowok dan cewekmu bukan saja memberikan saran yang serupa, bahkan juga memberikan contoh-contoh keberhasilannya

Jika semua orang yang kamu kenal memberikan konfirmasi, jika hal tersebut sudah menjadi kebiasaan umum yang sudah setua usia peradaban manusia, maka itu pasti modus operandi yang benar, bukan?

Salah!

Hari ini kamu belajar akan belajar tentang sebuah racun mematikan yang menjangkiti hampir semua cowok-cowok jomblo di dunia.

Dalam e-book 13 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Cowok, saya mengomentari racun ini adalah cara jitu cepat untuk menyampaikan pada cewek target bahwa kamu tidak memiliki kepribadian yang berkualitas.

Mengapa demikian?

Karena ketika kamu mentraktir, kamu sebenarnya membayar cewek itu untuk kesempatan dan waktu berinteraksi dengannya. Kamu terus ngebayarin dan menambahkan intensitas, berharap dengan banyaknya kesempatan interaksi tersebut, dia akan mengenalmu cukup intim, cukup tersentuh hingga akhirnya ingin menjalani hubungan yang serius dan berkualitas denganmu.

Tapi coba jawab ini: jika kamu memang berkualitas dan menyenangkan, apakah kamu perlu sampai membayar orang demi bersenang-senang dan menghabiskan waktu denganmu?

Mentraktir sama sekali tidak ada hubungannya dengan kamu bersikap asyik apalagi gentleman. Justru yang terjadi adalah kamu terlihat murahan dan putus asa. Ditambah lagi, jika seseorang terbiasa mentraktir cewek, dia tidak akan melakukannya pada satu cewek target, tapi ke semua cewek yang berada dalam daftar ngarep dan PDKT-nya. Itu yang terjadi dengan sahabat saya di kampus tersebut. Saya yakin kamu pasti juga pernah, jika bukan masih, bermain dengan strategi yang sama.

Saya menyebutnya memberikan kompensasi, Jet menyebutnya dengan menyogok. Apapun sebutannya, hal tersebut tidak akan pernah memberikan hasil seperti yang kamu pikirkan.

Jika kamu beruntung dan persaingan tidak terlalu ketat, kamu mungkin akan bisa dikelilingi dengan cewek-cewek yang menarik. Tapi dari pengalamanmu, coba ingat baik-baik sampai detik berapa banyak cewek target yang sudah berhasil kamu gol-kan hingga memasuki romance?

Saya berani bertaruh hasilnya NOL KOMA NOL BESAR.

Kalaupun ada, nasib hubungan kalian tidak berumur lama.

Besar pasak daripada tiang, demikian kata pepatah.

Coba tanya kenapa.

Jauh di dalam dirimu sebenarnya tahu alasannya, tapi kamu tidak menyadarinya jarang sekali mengakses sisi analisa kritis tersebut. Jadi gunakan waktu ini untuk ‘memaksa’ dirimu sedikit lebih kritis dari biasanya. Lakukan hal ini demi masa depanmu sendiri.

Ketika rajin ngebayarin teman cewek yang sedang kamu targetkan, kamu sibuk memenuhi kebutuhan eksternalnya, yaitu materi fisik yang diinginkan oleh manusia pada umumnya, mis. makan-minum, punya barang baru, fasilitas, bersenang-senang, dsb.

Penyakit dari manusia adalah ketika sudah mencapai posisi yang enak dan nyaman, dia akan berusaha mempertahankan hal tersebut sehingga menahan segala keinginan lain yang mungkin bisa merusak kenyamanan tersebut.

Seorang cewek yang sudah mendapatkan segala sesuatu yang dia butuhkan ketika berada pada posisi teman-saja denganmu tentu tidak akan berniat untuk meningkatkan hubungan karena mengandung setidaknya dua resiko yang berbahaya:

a. “Jadi temen aja udah enak banget dibayarin kemana-mana, kalo kita jadian and trus entah gimana putus, ilang deh semua fasilitas bginian.”

b. “Kalo dia gue jadiin pacar, pasti teman cowok-cowok suppliers lain yang suka ngebayarin gue bakalan berkurang dong. Gile aje, ngga mungkin dong...”

Catat bahwa kedua hal ini tersebut muncul secara otomatis di alam bawah sadar cewek, terutama mereka yang tergolong cewek inflasi sudah biasa dikelilingi oleh cowok-cowok supplier dan ngarep.

Jadi sekarang kamu tahu mengapa sejumlah cewek ngarepanmu selalu menerima saja ketika kamu mengajaknya nonton, makan, ice-skating, atau melakukan aktifitas lainnya dengan biaya yang keluar dari dompetmu.

Sama sekali bukan karena mereka tertarik dan sedang ingin mengenalmu, atau memberikanmu kesempatan untuk mendekatinya.

Tidak, sobat.

Mereka bersedia menghabiskan waktu denganmu hanya karena kamu sudah membayarnya untuk melakukan demikian. Jangan coba tanya apakah hal itu benar kepada cewek karena tentu mereka akan menyangkalnya!

“Jalan-jalan, makan-minum, nonton, dan belanja aja udah seru, apalagi kalo ada yang ngebayarin. Kepuasan dobel! Gue cuman perlu nemenin dan jadi temen curhatnya, sambil dengerin jokes nya yang basi dan sedikit pura-pura ketawa. Sejauh logika gue sih ini negosiasi yang bagus.”

Kamu memang berhasil mendekatinya, bro, tapi lihat sekelilingmu ada berapa ratus cowok lainnya yang mencapai level yang sama dengan melakukan taktik serupa. Jadi jangan harap apa yang sudah kamu lakukan itu bisa dianggap spesial atau membuatnya tergoda untuk memilihmu dibandingkan segudang cowok lainnya!

Kamu mungkin komplain, “Ah, tapi kalo emang dia ngga tertarik ama gue, kenapa dia ngga nolak ajakan atau hadiah atau traktiran gue?”

Inilah yang muncul dalam logika cewek ketika kamu terus saja menyiraminya dengan berbagai perhatian, termasuk akses finansial:

“Dia nawarin, ya goblok aja kalo ngga diambil. Kalopun dia ngga nawarin duluan, dia selalu ngasih juga kalo gue minta. Teman baik kayak gitu ngga bakalan gue tinggalin, kecuali dia mulai minta yang macem-macem.”

Saya bisa mendengar sebagian kecil cowok yang berseloroh, “Ah, cewek target gue tuh anak baek-baek, ngga begitu pola pikirnya. So jauh lebih baik terus jadi supplier dan nunggu aja. Gue percaya komitmen dan kesetiaan akan membuahkan hasil.”

Dude, seriously…

… open your eyes!

Atau kamu akan mati di usia muda karena stress dan gagal ginjal!

Sekarang kamu harus belajar mengerti dan menerima fakta bahwa cewek-cewek itu suka bergaul denganmu dan menikmati pemberianmu sama sekali tidak berarti dia tertarik untuk menjadi kekasihmu.

Saya akan jelaskan lebih lanjut. Tadi saya sempat menyebut tentang kebutuhan eksternal, yaitu hal-hal mengacu pada pemuasan materi fisik. Sekalipun dalam romance terdapat faktor interaksi fisik (sentuhan dan seks), namun bagi cewek hal tersebut tidak tergolong ke dalam materi fisik; bagi mereka hal-hal romance, cinta dan seks masuk ke dalam kebutuhan internal, yakni materi yang berkenaan dengan kepuasan emosi dan jiwa.

Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa untuk dapat mengalami orgasme yang penuh, seorang cewek harus berani untuk melepaskan kendali atas dirinya, mempercayakan diri sepenuhnya pada si cowok dan merelakan dirinya terlihat lemah dan memalukan ketika sang cowok membawanya pada titik klimaks yang meledak-ledak.

Itu sebabnya cewek-cewek selalu mencari cowok yang memiliki jiwa kepemimpinan dan dominan agar mereka dapat dengan tenang menyerahkan diri mereka dan tenggelam menikmati misteri petualangan romance yang diberikan oleh cowok tersebut.

Apakah itu sesuatu yang bisa diberikan oleh cowok supplier baik hati yang rajin mentraktir?

Sama sekali tidak.

Kecuali dia memang super tajir, jarang sekali cowok supplier memiliki komponen kepemimpinan, dominan, dan petualangan yang memadai.

Yang ada justru cowok supplier adalah kumpulan cowok baik-baik yang serba membosankan lemah dalam hidupnya dan begitu tidak percaya diri sehingga harus menyogok cewek demi mau bermain dengan mereka.

Cewek yang berkualitas tidak akan tertarik secara romansa dengan cowok supplier karena sifat tersebut bukan hal yang menggambarkan imajinasi petualangan cinta yang mendebarkan.

Apakah sekarang kamu mengerti mengapa mereka menerima setiap kali kamu mengajaknya bersenang-senang, tapi ketika mereka ingin bersenang-senang, mereka jarang mengajakmu dan memilih untuk melakukannya dengan cowok-cowok lain, bahkan jadian dengan cowok yang justru tidak sebaik dirimu?

Karena kamu tidak merasa memiliki kualitas cukup menarik yang diinginkan oleh cewek tanpa embel-embel dan imbalan fasilitas.

Karena mentraktir dan memberi hadiah sekeren apapun tidak akan bisa menutupi keminderanmu akan diri sendiri.

Karena cewek tidak pernah tertarik pada pecundang yang bersedia mengobral kompensasi sebanyak mungkin demi kehadiran seorang cewek untuk melengkapi hidupnya.

Saya harap saat ini saya sudah menyakiti dirimu cukup parah hingga kamu merasa muak dengan keadaan selama ini dan ingin mengubah pola hidupmu sekarang juga.

Sekali lagi, setiap kali kamu bersedia mengeluarkan begitu banyak investasi secara finansial ketika mendekati cewek, kamu tidak akan mendapatkan apa-apa selain, “Hey, elo teman gue paling baik dan paling kenal gue, dan kita akan selalu menjadi teman sejati selamanya.”

Kalau ternyata kamu berhasil memancing cewek untuk jadian lewat strategi cowok supplier, maka umur kalian hanya sejauh (a) seberapa lama sebelum seluruh resource-mu terkuras habis, (b) seberapa lama sampai akhirnya kamu muak karena si cewek tidak benar-benar menginginkanmu, (c) seberapa lama sebelum cewekmu menemukan cowok lain yang lebih supplier daripadamu, atau kombinasi ketiganya.

Sobat, menjadi cowok supplier yang rajin mentraktir target (baca: memberi kompensasi dan sogokan) bukan strategi yang cerdas, baik dalam usaha pendekatan maupun setelah dalam hubungan.

Dalam setiap workshop Hitman System, saya selalu menekankan peserta untuk bertemu dan menjalani hubungan dengan cewek sebanyak mungkin. Kamu bisa bayangkan betapa besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk aktifitas itu jika mereka masih memakai paradigma cowok supplier.

Itu sebabnya kami mengajarkan pada mereka bagaimana caranya menciptakan karakter yang kuat semenjak awal interaksi bahwa kamu tidak bisa dianggap sebagai cowok desperate yang bersedia mengeluarkan uang demi mendekati cewek, bahkan mampu menolak ketika sang cewek meminta tanpa membuatnya merasa keberatan atau membatalkan acara.

Saya tidak bisa membagikan tehniknya dalam artikel ini, sekalipun kamu bisa menerka-nerka sendiri sejumlah strateginya jika membaca artikel dan Q&A yang tersedia di website www.hitmansystem.com .

Jika kamu selama ini selalu jadi bulan-bulanan nasib, kewalahan harus ngebayarin cewek tanpa pernah melihat hasil yang kamu inginkan, lebih baik kamu menabung semua pengeluaran tersebut untuk mengikuti Hitman System Exclusive Workshop di bulan yang bersangkutan.

Investasi yang kamu berikan untuk mengembangkan dirimu tersebut akan membuahkan nilai yang berlipat ganda dibandingkan jika kamu pakai untuk menyumbang pulsa, mentraktir J.Co, atau membelikan kalung-gelang dan boneka pada cewek yang kamu incar.

Lalu kelanjutan pengalaman saya di awal artikel ini, apa yang saya jawab pada cewek yang meminta saya mentraktirnya nonton di Plaza Semanggi?

Saya tidak menjawab apa-apa.

Ketika langkah kami tiba di depan loket 21, saya langsung menyebutkan film yang ingin ditonton berikut dua posisi tempat duduk, lalu berbalik menatap mata sang cewek dengan santai.

Tiga detik kemudian terdengar suara, “Terima kasih, selamat menonton,” dari penjaga ticketbox.

“Good girl,” jawab saya sambil menepuk kepala cewek target tersebut, berjalan ke arah pintu studio, meninggalkannya yang sibuk membereskan uang kembalian dan memasukkan dompet ke dalam tas lengannya.

Film dimulai.
Artikel selesai.

1 komentar:

HitmanSystem.com mengatakan...

Terima kasih telah mendistribusikan tulisan kami, namn harap tetap menyertakan link kredit referensi sumber artikel, yakni Mengenal Wanita Inflasi dari Pusat Informasi dan Solusi Romansa #1 di Indonesia. Salam kenal, sobat.

Lex dePraxis
Romantic Renaissance